Annual Meeting AIAT 2016

Kampus Hijau STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta, 10 Desember 2016 – Tahun 2016

Hasil Annual Meeting Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia


Deskripsi

Annual Meeting AIAT tahun 2016 diselenggarakan dalam satu rangkaian kegiatan dengan Seminar Nasional dengan tema “Kajian Alquran dan Tafsir (di) Nusantara,” pada Jum’at-Ahad, 9-11 Desember 2016 di Kampus Hijau STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggaran atas kerjasama tiga lembaga, yakni AIAT se-Indonesia, Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) STAISPA Yogyakarta dan Prodi IAT UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Prodi IAT seluruh Indonesia baik yang telah atau belum menjadi anggota AIAT, anggota AIAT, dosen dan mahasiswa Prodi IAT, dan pemerhati studi Alquran.

Sebagai Asosiasi yang masih muda, Annual Meeting ini adalah yang pertama. Tujuan dari rapat ini adalah untuk (a) mendiskusikan masa depan organisasi, dan bagaimana Asosiasi bisa memberikan manfaat secara optimal dengan mekanisme dari, oleh dan untuk anggota Asosiasi, khususnya Prodi IAT se-Indonesia, dan (b) membahas silabi mata kuliah Alquran dan Tafsir (di) Nusantara, sebagaimana sejalan dengan tema Seminar Nasional, sebagai mata kuliah wajib yang disepakati dalam Workshop Kurikulum Prodi IAT pada Workshop Kurikulum Berbasis Kekhasan dan KKNI Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada 11-13 Desember 2015.

Dalam pelaksanaannya, yang berhasil dibahas secara mendalam adalah poin (a), yang dibagi ke dalam tiga komisi: (1) Komisi keorganisasian, yang membahas AD/ART, secara khusus keanggotaan; (2) Program kerja delapan divisi dan koordinator wilayah; dan (3) Kerjasama dan rekomendasi, yakni kerjasama antara Prodi IAT dan AIAT demi kemajuan kedua lembaga, dan rekomendasi AIAT untuk Kemenag/Diktis.


Jadwal

Rincian jadwal pelaksanaan Annual Meeting adalah sebagai berikut:

Sidang Waktu Materi Pimpinan Sidang
Sidang Pleno 1 19.45-20.00
  1. Pembukaan
  2. Penjelasan umum
    1. Laporan jumlah anggota
    2. Laporan keuangan
    3. Harapan AIAT sebagai rumah bersama yang dibangun bersama
  3. Pembagian anggota Sidang Komisi
Sahiron Syamsuddin
Sidang Komisi 20.00-21.30
  1. Organisasi
  2. Program Kerja
  3. Kerjasama dan Rekomendasi
  1. Sahiron Syamsuddin
  2. Ahmad Rafiq
  3. Mohammad Yahya
Sidang Pleno 2 21.30-22.40
  1. Presentasi per komisi
  2. Keputusan
Sahiron Syamsuddin

Peserta

Peserta dari Annual Meeting adalah dari Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) dari kampus-kampus sebagai berikut:

  • IAIN Jember
  • IAIN Palu
  • IAIN Pekalongan
  • IAIN Purwokerto
  • IAIN Salatiga
  • IAIN Surakarta
  • IAIN Tulungagung
  • IAIN Cirebon
  • INKAFA Gresik
  • INSTIKA Guluk-Guluk
  • LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • PSQ Jakarta
  • STAI al Fithrah Surabaya
  • STAI Badrus Soleh Kediri
  • STAI Sunan Drajat Lamongan
  • STAID Ciamis
  • STAIN Ponorogo
  • STAIN Pamekasan
  • STIQ an Nur Yogyakarta
  • STIQ Isy Karima Karanganyar
  • STIU al Mujtama’ Pamekasan
  • UIN Raden Fatah Palembang
  • UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  • UIN Sunan Ampel Surabaya
  • UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • UIN Walisongo Semarang
  • UNIDA Gontor
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Universitas Yudharta Pasuruan
  • UNSIQ Wonosobo

Hasil Sidang

ANGGARAN DASAR ASOSIASI ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (AIAT) SE-INDONESIA

Pembukaan

Pendidikan tinggi dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir bertujuan menciptakan sarjanasarjana S1, S2, dan S3 yang berakhlak yang mulia, ahli dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir, dan memiliki dedikasi yang kuat untuk mengembangkan ilmu dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Lembaga-lembaga pendidikan tinggi dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir telah meluluskan banyak lulusan yang sebagian menjadi dosen/guru, sebagian lain menjadi peneliti dan sebagian lain menjadi praktisi dalam bidang tersebut. Lembaga-lembaga dan sarjana-sarjana tingkat S1, S2, dan S3 bidang Ilmu Alquran dan Tafsir memerlukan wadah atau organisasi dalam rangka meningkatkan kualitas lembaga-lembaga dan sumber daya-sumber daya manusia tersebut. Untuk mencapai visi dan misi/tujuan organisasi maka ditetapkan Anggaran Dasar (AD), sebagai berikut.

Perubahan: (1) Pesantren yang konsen dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir; (a) Menghilangkan kata “tinggi” di lembaga-lembaga pendidikan tinggi; (c) Menghapus visi/misi; (4) Mengonsultasikan kalimat terakhir paragraph

Bab I
Nama, Pendirian, Sifat dan Kedudukan

Pasal 1
Nama dan Logo

Organisasi ini bernama Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT), dengan logo Asosiasi:

Perubahan: Mematenkan nama, baik dalam bahasa Indonesia maupun asing

Pasal 2
Pendirian

Organisasi ini didirikan pada hari Selasa tanggal 19 Agustus 2014 (sembilan belas Agustus tahun duaribu empat belas) di Yogyakarta.
Perubahan: Berdiri secara resmi hari Senin 24 Agustus 2015.

Pasal 3
Sifat

Organisasi ini bersifat independen.

Pasal 4
Kedudukan

Sekretariat Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) berkedudukan di wilayah dimana ketua dan sekretaris AIAT bertempat tinggal.
Catatan: (1) Mencantumkan alamat sebagaimana di akta notaris; (2) Perlu konsultasi ke notaris terkait kedudukan, apakah harus sesuai antara kantor dan alamat yang tertera di akta.

Bab II
Asas dan Tujuan

Pasal 4
Asas

Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) berasaskan secara teologis pada Islam, secara kenegaraan pada Pancasila, dan secara akademik pada ilmu dan profesi.

Pasal 5
Tujuan

  1. Meningkatkan kualitas keilmuan Alquran dan Tafsir
  2. Meningkatkan kualitas institusi pendidikan dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir, baik formal maupun non-formal, sehingga mampu bersaing di tingkat global
  3. Mengembangkan kualitas sumbar daya manusia dalam bidang Alquran dan Tafsir
    Perubahan: diubah Ilmu Alquran dan Tafsir
  4. Mengembangkan profesi dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir
  5. Meningkatkan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan bidang Ilmu Alquran dan Tafsir
  6. Menetapkan standar mutu sumber daya dan penyelenggaraan pendidikandi bidang Ilmu Alquran dan Tafsir
  7. Meningkatkan kemampuan teknologi yang mendukung kajian Ilmu Alquran dan Tafsir
    Perubahan no. 8 Memberikan advokasi terkait Ilmu Alquran dan Tafsir; nomor berikutnya sebagai nomor 9
  8. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai instansi yang tertarik dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir.

Bab III
Organisasi

Pasal 6
Keanggotaan

Anggota Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir adalah sebagai berikut:

  1. Institusi yang menyelenggarakan pendidikan dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir, dan
  2. Perseorangan yang berprofesi sebagai dosen, peneliti, guru, mahasiswa dan praktisi dalam bidang Ilmu Alquran dan Tafsir.

Catatan: (1) Anggota asosiasi terdiri dari anggota biasa dan anggota kehormatan; (2) Anggota biasa adalah institusi dan perseorangan yang mendaftar sebagai anggota Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir; (3) Penjelasan tentang anggota kehormatan; (4) Rincian anggota individu dan institusi di ART

Pasal 7
Kelengkapan Organisasi dan Kepengurusan

  1. Kelengkapan organisasi AIAT terdiri dari Majelis Penasehat, Pengurus Harian, Divisi, dan Koordinator Wilayah (Korwil).
  2. Majelis Penasehat adalah sekumpulan orang yang dipandang senior secara keilmuan dan berfungsi memberikan nasehat, masukan, dan pandangan kepada pengurus harian. Majelis Penasehat dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris, dan minimal terdiri dari tiga orang anggota.
  3. Pengurus Harian terdiri dari Ketua dan Sekretaris dan tiga anggota pengurus harian, yang berfungsi menjalankan roda organisasi.
  4. Divisi adalah badan kelengkapan AIAT yang dibentuk oleh Pengurus Harian sesuai dengan kebutuhan dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengurus Harian.
  5. Koordinator Wilayah (Korwil) merupakan kordinator AIAT yang ada di daerahdaerah.

Catatan: (1) Hak dan kewajiban pengurus belum ada; (2) Salah satu hak pengurus adalah menentukan (syarat) anggota kehormatan

Bab IV
Rapat-rapat

Pasal 8

  1. Rapat terdiri dari Rapat Anggota, Rapat Majelis Penasehat, Rapat Pengurus Harian, Rapat Divisi, dan Rapat Korwil.
  2. Rapat Anggota AIAT merupakan forum tertinggi dan diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dan dipimpin oleh Ketua AIAT.
  3. Rapat Anggota tahunan mempunyai kewengan untuk menetapkan rencana strategis, kebijakan, dan program kerja,dan memilih Ketua dan Sekretaris Majlis Penasehat, serta memilih Ketua dan Sekretaris Pengurus Harian.
  4. Rapat Anggota untuk mensahkan Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AIAT.
  5. Rapat Majelis Penasehat merupakan rapat yang diikuti oleh anggota MajelisPenasehat dalam rangka memberikan masukan-masukan kepada Pengurus Harian.
  6. Rapat Pengurus Harian merupakan rapat yang dikuti oleh pengurus harian untuk mengkoordinasikan fungsi dan pelaksanaan tugas pengurus harian, dan mempertimbangkan masukan-masukan dari Majelis Penasehat.
  7. Rapat Korwil merupakan rapat yang diadakan oleh masing-masing wilayah yang diadakan sesuai dengan kebutuhan wilayah dan memiliki fungsi koordinatif untuk pembinaan dan sosialiasi program AIAT.
  8. Keputusan Rapat Anggota diambil atas dasar musyawarah dan mufakat, apabila tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

Bab V
Perubahan Anggaran Dasar

Pasal 9

  1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan oleh Rapat Anggota yang diadakan secara khusus dan dihadiri sekurang-kurangnya oleh 2/3 jumlah Anggota. Apabila kuorum tidak tercapai maka rapat diundur 2 (dua) kali 30 (tiga puluh) menit dan rapat dinyatakan sah.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga atau ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Bab VI
Penutup

Pasal 10

Anggaran Dasar ini ditetapkan di Yogyakarta pada hari Selasa tanggal 19 Agustus 2014 (sembilan belas Agustus tahun dua ribu empat belas).

 

  1. Hal Keorganisasian Lain
    1. Struktur Kepengurusan
      Dewan PembinaPengurus HarianDivisi

      • Riset dan Pengembangan Keilmuan
      • Pengembangan Lembaga dan SDM
      • Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama
      • Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
      • Jurnal Nun dan Publikasi Ilmiah
      • Database dan Website
      • Media dan Informasi
      • Keanggotaan dan Koordinator Wilayah

      Catatan: pembagian korwil perlu ditinjau ulang dengan memperhatikan persebaran Prodi IAT

    2. Kerjasama dan Rekomendasi
      1. Kerjasama Pengembangan AIAT dan Prodi IAT (Internal)
        • Dari AIAT untuk Prodi IAT
          1. Akreditasi Prodi (lihat poin ***)
            • Database asesor di masing-masing wilayah
            • Fasilitasi pengecekan borang sebelum visitasi

            ***Fungsi dan Kegunaan Asosiasi untuk Akreditasi Prodi
            Kegiatan asosiasi dapat untuk mengisi borang prodi dalam hal:

            • 4.5.3 Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dalam seminar ilmiah/ lokakarya/ penataran/ workshop/ pagelaran/ pameran/peragaan yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri.
            • 4.5.5 Reputasi dan keluasan jejaring dosen dalam bidang akademik dan profesi
            • 5.1.1 Kompetensi lulusan
            • 5.1.1.a Kelengkapan dan perumusan kompetensi
            • 5.3.1.b Mekanisme penyusunan materi perkuliahan
            • 6.4.2 Akses ke perpustakaan di luar PT atau sumber pustaka lainnya (kerjasama antar perpus)
            • 6.4.3 Ketersediaan, akses dan pendayagunaan sarana utama di lab (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house, lahan untuk pertanian, dan sejenisnya) (Misalnya-> kerjasama peminjaman lab tafsir dll)
            • 7.3.1 Kegiatan kerjasama dengan instansi di dalam dan luar negeri dalam tiga tahun terakhir (-> AIAT sebagai mediator)
          2. Diskusi Kurikulum
          3. Pemanfaatan Website
            • Pengembangan jurnal Prodi IAT (Website sebagai rumah link untuk jurnal Prodi IAT se-Indonesia)
            • Penampilan link prodi
            • Penampilan link mahasiswa
            • Dll
          4. Pelaksanaan kegiatan di daerah (bukan hanya di kota-kota besar) melalui mekanisme MoU
          5. Asosiasi memfasilitasi studi lanjut (informasi, mediasi, rekomendasi, dll)
        • Dari Prodi IAT untuk AIATSumbangan Prodi untuk AIAT adalah secara kooperatif menyiapkan hal-hal berikut:
          1. Segera mentapkan kekhasan Prodi IAT masing-masing demi rencana pemetaan potensi Prodi IAT se-Indonesia
          2. Mengirimkan data-data yang bisa diunduh di website, antara lain:
            • Kolom opini, naskah khotbah, tafsir, berita
            • Bahan database: karya akhir mahasiswa, link prodi, link jurnal, data base lain.
            • Dll.
      2. Rekomendasi AIAT untuk Distis dan Kemenag (Eksternal)
        1. Mengusulkan ke Kemenristekdisti untuk meluaskan index jurnal (yang diakui secara internasional) yang bisa dikategorikan sebagai syarat untuk menjadi professor, yakni yang sejalan dengan bidang keilmuan Studi Islam. Misalnya, Index Islamicus, dll.
        2. Kemenristek berwacana untuk menyempitkan kategori dalam Jurnal terindeks Scopus (Q1, Q2) yang bisa diakui sebagai syarat untuk menjadi professor. AIAT mendorong peninjauan ulang wacana tersebut mengingat karakter bidang keilmuan yang berbeda dengan Ilmu Eksakta.
        3. Memberikan ruang kepada Asosiasi keilmuan di lingkungan PTAI untuk mengelola panel khusus berbasis keilmuan tersebut di AICIS.
        4. Membangun komunikasi dengan BAN-PT dan asesor bahwa setiap Prodi (khususnya Prodi IAT) mempunyai keunikan/kekhasan.
          • Isu: ke depan BAN-PT hanya akan mengakreditasi lembaga. Jadi, ini bisa menjadi ruang untuk asosiasi.
          • Asosiasi menjadi lembaga sertifikasi.

Rencana Tindak Lanjut

Tindak lanjuat pasca Annual Meeting adalah sebagai berikut:

  1. Mengurus status hukum AIAT (Kemenkumham)
  2. Melengkapi kepengurusan
  3. Melengkapi menu website
  4. Mengirimkan surat resmi berisi rekomendasi AIAT ke Kemenag/Diktis

Demikian hasil Annual Meeting AIAT tahun 2016 yang telah ditetapkan. Semoga AIAT semakin memberikan kemashlahatan untuk kajian Ilmu Alquran dan Tafsir di Indonesia.