Sejarah Pendirian

Pada tanggal 18-19 Agustus 2014 Program Studi (Prodi) Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta, mengadakan workshop tentang Revitalisasi Konsorsium Dosen-dosen Bidang Studi al-Qur’an dan Tafsir. Workshop ini bertujuan, selain untuk membicarakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Prodi ini, juga untuk membentuk satu wadah yang tidak hanya dimiliki oleh dosen-dosen IAT di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melainkan juga tempat bagi dosen-dosen bidang keilmuan ini dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Atas dasar itu, saya sebagai Ketua Prodi IAT merasa penting untuk mengundang tidak hanya dosen-dosen dari prodi IAT di UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga mengundang beberapa dosen bidang keilmuan ini dari PTKIN lain. Workshop ini menarik perhatian banyak dosen. Hampir semua dosen IAT dari UIN Sunan Kalijaga menghadirinya, dan 7 dosen dari PTKIN lain (IAIN [saat ini UIN] Medan, STAIN [saat ini IAIN] Cirebon, STAIN [saat ini IAIN] Jember, IAIN Banjarmasin, IAIN Surakarta, STAIN Kediri, dan IAIN Tulungagung) menjadi peserta workshop ini. Outcome terpenting dari workshop ini adalah terbentuknya Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2014 di bawah kepemimpinan Dr.phil. Sahiron Syamsuddin, M.A.

Selama kira-kira satu tahun, AIAT ini melakukan pembenahan keorganisasaian dengan cara mengangkat kepengurusan harian, beberapa divisi dan menyusun Anggaran Dasar (AD) untuk asosiasi yang baru terbentuk ini. Akhirnya terbentuklah pengurus harian yang terdiri dari Ketua Umum: Dr.phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., Sekretaris: Ahmad Rafiq, Ph.D., Bendahara: Dr. Ahmad Baidowi, dan draft Anggaran Dasar. Pada tanggal 24 Agustus 2015, AIAT secara resmi menjadi lembaga (dengan akta notaris Ny. Ika Farikha, S.H., no. 12) yang bersifat nasional dan terbuka bagi dosen, kyai, peneliti, mahasiswa dan praktisi di bidang studi Alquran dan Tafsir.
Asosiasi ini didirikan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas keilmuan al-Qur’an dan Tafsir;
  2. Meningkatkan kualitas institusi pendidikan dalam bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, baik formal maupun non-formal, sehingga mampu bersaing di tingkat global;
  3. Mengembangkan kualitas sumbar daya manusia dalam bidang al-Qu’an dan Tafsir;
  4. Mengembangkan profesi dalam bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir;
  5. Meningkatkan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir;
  6. Menetapkan standar mutu sumber daya dan penyelenggaraan pendidikan di bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir;
  7. Meningkatkan kemampuan teknologi yang mendukung kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir; dan
  8. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai instansi yang tertarik dalam bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.

Untuk merealisasikan tujuan-tujuan tersebut, AIAT telah menentukan program-program kerja dan melakukan kegiatan-kegiatan, antara lain: Workshop Pengembangan Kurikulum Ilmu Alquran dan Tafsir pada tanggal 6 Desember 2015 (bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementrian Agama RI, dan Prodi IAT, Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Seminar Nasional tentang Tafsir Nusantara pada tahun 2016 (bekerjasama dengan STAISPA Yogyakarta), penerbitan Jurnal Nun, dan pembuatan website: http://aiat.or.id

Di masa-masa yang akan datang, marilah kita jadikan AIAT ini sebagai rumah bersama untuk mengabdikan diri untuk kemajuan bersama, perkembangan keilmuan dalam bidang Alquran dan Tafsir, dan peningakatan peradaban di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Dr.phil. Sahiron Syamsuddin, M.A. – Ketua Umum