Event

Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir Luncurkan 4 Buah Karya Terbaru

598 0 10 April 2020
Penulis
Tidak ada bio

Rabu (26/02/20) Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia (AIAT), mengadakan kegiatan. Launching  Buku yang bertempat di Hotel New Saphir, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Dr. Phil Sahiron Syamsudin, MA selaku ketua AIAT, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. H. Suwendi, M.Ag, Para Dekan di UIN Sunan Kalijaga, para dosen Ilmu Alquran dan tafsir, serta para penulis yang berkontribusi dalam penerbitan buku-buku tersebut. 

Dalam kegiatan ini ada empat buku yang di luncurkan. Diantaranya; Pendekatan Ma’na Cum Maghza atas Alquran dan Hadis: Menjawab Problematika Sosial, Keagamaan di Era Kontemporer. Buku ini berisikan tulisan-tulisan dari mahasiswa dan para dosen dalam kajian Alquran dan Hadis. Kedua, Tafsir Alquran di Nusantara. Buku ini berisikan kajian-kajian Alquran dalam lingkup nusantara. Buku ketiga, berjudul Living Quran: Teks, Praktik, dan Idealitas dalam Performasi Alquran. Buku terakhir adalah terjemahan buku Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an karya Dr.Phil. Sahiron Syamsudin ke dalam bahasa Arab.

Sahiron, dalam sambutannya menyebutkan bahwa tujuan utama berdirinya asosiasi ini adalah mengembangkan keilmuan Alquran dan tafsir serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang konsen dalam bidang tersebut. Lebih lanjut, ia yang kini menjabat sebagai pelaksana rektor UIN Sunan Kalijaga itu menegaskan bahwa dengan melahirkan buku-buku seperti ini adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mengkaji dan memahami Alquran.

            Selain itu, acara ini disambut baik oleh Kasubdit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dalam rangka membantu masyarakat mengerti dan paham terhadap Alquran. “Kepada ketua asosiasi untuk mengadakan pergerakan secara massive terhadap teori-teori baru dalam memahami teks-teks keagamaan, khususnya Alquran” ungkap bapak kasubdit. Selanjutnya ia juga berpesan kepada para pengkaji agama (tafaqquh fiddin) menjadi garda terdepan dalam menyebarkan moderasi dalam beragama.

Komentar (0)

Tidak ada komentar